Minggu, 20 September 2015

Kucing dan Manusia

            Cerita ini sudah lama ingin aku tulis, tapi entah mengapa baru bisa aku selesaikan sekarang. Banyak kesibukan akhir-akhir ini yang harus diutamakan. Ngerjain laporan yang udah dikejar deadline pengumpulan juga bikin pusing dan capek.
            Dirumah sodaraku memiliki dua ekor kucing, sebenarnya hanya memelihara 1 ekor tapi tiba-tiba kucing luar juga ikut masuk dan udah biasa minta makan disini jadi dianggap saja ada dua ekor. Yang satu warnanya hitam putih udah dipelihara sodaraku sejak masih kecil namanya Kimi, usianya sekarang udah 5 tahun lebih udah tua dan banyak luka bekas tawuran sama kucing lain. Kucing yang satunya lagi adalah kucing dari luar yang ikut makan disini namanya Belang. Satu minggu kemarin entah dari mana si Belang ini pacaran dengan kucing cewek yang asalanya entah dari mana, si Belang dengan kucing cewek yang warnanya juga sama belangnya ini pasti ngikutin si kucing cewek ini, kurang lebih mereka selalu bersama 3-5 hari. Main di kolong mobil berdua, makan juga berdua, lari-lari juga berdua. Beberapa hari si Belang dan pacarnya ini terlihat mesra dan selalu bersama.
            Namun beberapa hari kemudian ada kucing dari kampung sebelah, warnanya putih besar tiba-tiba datang dan si Belang ini engga suka. Akhirnya pada malam harinya si Belang sama si kucing putih ini berantem alias adu cakar semalaman. Dan pada akhirnya si Belang ini kalah berantem ama kucing putih itu. Si Belang lari karena kalah, menjauhi kucing putihnya itu, dan ternyata pacarnya si Belang yang beberapa hari selalu bersama ini langsung mengalihkan hatinya untuk kucing putih yang menang berantem lawan si Belang ini. Akhirnya kucing ceweknya ikut pergi sama kucing putih itu, udah ilang engga tahu kemana ya pergnya.
            Kejadian yang baru aku ngerti adalah ketika kucing kalah berantem dan ceweknya ini lebih milih yang menang berantem, si kucing yang kalah ini galau nyariin pacarnya yang udah pindah ke lain hati. Semenjak kejadian itu si Belang kerjaannya cuma tidur (walaupun memang tiap hari juga kerjaannya tidur) dan lebih engga enaknya lagi si belang ini ngeluarin “meongan rintihan”. Meongan rintihan ini bisa di definisikan seperti meongan biasa tapi dengan suara yang parau penuh kesedihan. Dan masalahnya ini dilakukan hampir sepanjang hari sambil nyari-nyari dimana kucing cewek yang dulu.
            Kalau kita lihat dari cerita di atas yang salah dan bikin situasi seperti ini sebenrnya adalah si Belang itu sendiri. Salah siapa kalah berantem, engga strong lawan kucing kampung lain, akhirnya kucing ceweknya lihat kalau ada yang lebih strong dan lebih milih si Putih dari pada si Belang. Dalam hal ini kucing ceweknya bertindak rasional, ketika ada kucing jantan yang lebih besar lebih kuat maka pilihan terbaik adalah memilih dia. Mungkin dengan berbagai pertimbangan nantinya kalau memutuskan berumah tangga sama si Putih maka kehidupannya akan lebih terjamin dari pada sama si Belang. Mungkin  dia si kucing cewek ini berpikir akan lebih mendapat pemenuhan kebutuhan hidup dicukupin sama si Putih ini, bisa ngasih makanan, ngasih tempat tinggal, rumah, mobil, dan pendidikan buat anak-anaknya kelak. Dan yang kalah dalam hal ini si Belang cuma bisa galau meratapi kepergian kucing cewek yang ditaksir dan dicintainya.

            Bukankah hal ini hampir sama seperti dikehidupan manusia juga ya. Tapi tentu tidak bisa disamakan secara keseluran dan tidak mungkin semuanya sama persis. Karakter yang ada pada kucing cewek ini hampir sama dengan cewek rasional yang ada saat ini. Kalau ditanya akan memilih laki-laki yang seperti apa jika diibaratkan dengan si Belang dan si Putih tentu cewek yang rasional akan memilih cowok yang seperti si Putih yang bisa memenangi pertarungan. Tentu pertarungan disini bukan berantem ala kucing ya, disini berarti harus bisa kuat dan mampu untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan si cewek. Engga peduli kalau pasangannya itu udah kenal lama atau udah pacaran lama kalau ada yang lebih baik dan lebih mampu ya sebaiknya pilih yang lebih baik walaupun baru kenal tentunya. Kalau begitu intinya agar keadaan tidak berjalan dengan buruk maka jadilah seperti si Putih jangan seperti si Belang, jangan kalah dan harus menang.

Sabtu, 12 September 2015

Vie

Vie, inilah nama dari blog yang aku pakai ini,,, awalnya aku bingung mau kasih nama apa, dan akhirnya aku teringat temenku yang anak sastra Perancis akhirnya aku putuskan milih kata dari bahasa Perancis buat namain blog ini.
Arti dari Vie adalah kehidupan, iya blog ini pasti memuat cerita dari kehidupan penulisnya dan kehidupan pasti banyak cerita yang ada disana inilah yang ingin aku masukkan dan tulis di blogku ini.
Terkadang dalam kehidupan banyak hal terjadi mulai dari yang baik sampai yang buruk. Kita pasti ingin menghapus kejadian atau pengalaman buruk yang terjadi dalam hidup kita, tapi itu engga mungkin. Di blog ini kadang ada postingan yang aku rasa kurang baik atau terlalu dalam memakai perasaan aku hapus setelahnya, namun apa yang dirasain juga bisa dihapus oleh penulisnya ? tentu aja enggak......
Di postingan terakhirku sebelum ini sudah  aku hapus, aku udah mutusin buat engga nulis lagi karena alasan tertentu. Tapi disini karena ada alasan tertentu yang aku sendiri belum yakin pasti mulai nulis lagi di blog ini. Mungkin ketidak pastian itu ya seperti kehidupan ini ya selalu tidak pasti.
Banyak ide yang ada di otak selama waktu berhenti menulis, bahkan ada yang udah lupa ide-ide yang ada dulu. Postingan yang ada disini bukanlah tulisan yang berisi informasi penting atau pengetahuan. Aku jamin disini isinya engga jelas, hanya ketikan-ketikan pemikiran atau imajinasi yang ada. Aku juga engga ngerti siapa yang bakal baca tulisan-tulisan yang engga jelas seperti ini. Kadang kita hanya ingin berbagi cerita dalam kehidupan, kadang sudah ada yang memiliki tempat untuk berbagi.. aku ? hmmmmmm kadang bisa berbagi kalau hubungan lagi baik kadang juga engga kalau lagi ada masalah. Menulis apa yang ada dalam hati bisa melegakan hati itu sendiri, jika senang maka bisa bikin lebih senang lagi, bila sedih kadang bisa sedikit melegakan hati atau berharap orang yang bikin sedih tau dan bisa baik lagi.

Vie adalah kehidupan, kehidupan dari aku penulis blogku ini..............