Cerita ini sudah lama
ingin aku tulis, tapi entah mengapa baru bisa aku selesaikan sekarang. Banyak kesibukan
akhir-akhir ini yang harus diutamakan. Ngerjain laporan yang udah dikejar
deadline pengumpulan juga bikin pusing dan capek.
Dirumah sodaraku memiliki dua ekor
kucing, sebenarnya hanya memelihara 1 ekor tapi tiba-tiba kucing luar juga ikut
masuk dan udah biasa minta makan disini jadi dianggap saja ada dua ekor. Yang satu
warnanya hitam putih udah dipelihara sodaraku sejak masih kecil namanya Kimi,
usianya sekarang udah 5 tahun lebih udah tua dan banyak luka bekas tawuran sama
kucing lain. Kucing yang satunya lagi adalah kucing dari luar yang ikut makan
disini namanya Belang. Satu minggu kemarin entah dari mana si Belang ini
pacaran dengan kucing cewek yang asalanya entah dari mana, si Belang dengan
kucing cewek yang warnanya juga sama belangnya ini pasti ngikutin si kucing
cewek ini, kurang lebih mereka selalu bersama 3-5 hari. Main di kolong mobil
berdua, makan juga berdua, lari-lari juga berdua. Beberapa hari si Belang dan
pacarnya ini terlihat mesra dan selalu bersama.
Namun beberapa hari kemudian ada
kucing dari kampung sebelah, warnanya putih besar tiba-tiba datang dan si
Belang ini engga suka. Akhirnya pada malam harinya si Belang sama si kucing
putih ini berantem alias adu cakar semalaman. Dan pada akhirnya si Belang ini
kalah berantem ama kucing putih itu. Si Belang lari karena kalah, menjauhi
kucing putihnya itu, dan ternyata pacarnya si Belang yang beberapa hari selalu
bersama ini langsung mengalihkan hatinya untuk kucing putih yang menang
berantem lawan si Belang ini. Akhirnya kucing ceweknya ikut pergi sama kucing
putih itu, udah ilang engga tahu kemana ya pergnya.
Kejadian yang baru aku ngerti adalah
ketika kucing kalah berantem dan ceweknya ini lebih milih yang menang berantem,
si kucing yang kalah ini galau nyariin pacarnya yang udah pindah ke lain hati. Semenjak
kejadian itu si Belang kerjaannya cuma tidur (walaupun memang tiap hari juga
kerjaannya tidur) dan lebih engga enaknya lagi si belang ini ngeluarin “meongan
rintihan”. Meongan rintihan ini bisa di definisikan seperti meongan biasa tapi
dengan suara yang parau penuh kesedihan. Dan masalahnya ini dilakukan hampir
sepanjang hari sambil nyari-nyari dimana kucing cewek yang dulu.
Kalau kita lihat dari cerita di atas
yang salah dan bikin situasi seperti ini sebenrnya adalah si Belang itu
sendiri. Salah siapa kalah berantem, engga strong lawan kucing kampung lain,
akhirnya kucing ceweknya lihat kalau ada yang lebih strong dan lebih milih si
Putih dari pada si Belang. Dalam hal ini kucing ceweknya bertindak rasional,
ketika ada kucing jantan yang lebih besar lebih kuat maka pilihan terbaik
adalah memilih dia. Mungkin dengan berbagai pertimbangan nantinya kalau
memutuskan berumah tangga sama si Putih maka kehidupannya akan lebih terjamin
dari pada sama si Belang. Mungkin dia si
kucing cewek ini berpikir akan lebih mendapat pemenuhan kebutuhan hidup
dicukupin sama si Putih ini, bisa ngasih makanan, ngasih tempat tinggal, rumah,
mobil, dan pendidikan buat anak-anaknya kelak. Dan yang kalah dalam hal ini si
Belang cuma bisa galau meratapi kepergian kucing cewek yang ditaksir dan
dicintainya.
Bukankah hal ini hampir sama seperti
dikehidupan manusia juga ya. Tapi tentu tidak bisa disamakan secara keseluran
dan tidak mungkin semuanya sama persis. Karakter yang ada pada kucing cewek ini
hampir sama dengan cewek rasional yang ada saat ini. Kalau ditanya akan memilih
laki-laki yang seperti apa jika diibaratkan dengan si Belang dan si Putih tentu
cewek yang rasional akan memilih cowok yang seperti si Putih yang bisa memenangi
pertarungan. Tentu pertarungan disini bukan berantem ala kucing ya, disini
berarti harus bisa kuat dan mampu untuk memenuhi kebutuhan yang diperlukan si
cewek. Engga peduli kalau pasangannya itu udah kenal lama atau udah pacaran
lama kalau ada yang lebih baik dan lebih mampu ya sebaiknya pilih yang lebih
baik walaupun baru kenal tentunya. Kalau begitu intinya agar keadaan tidak
berjalan dengan buruk maka jadilah seperti si Putih jangan seperti si Belang,
jangan kalah dan harus menang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar