Aku dulunya memiliki
sebuah rencana, rencana yang sudah ku perhitungkan matang-matang, dengan
simulasi keadaan terburuk, dan dengan waktu yang relatif terbatas, untuk
mencapai sesuatu. Rencana ini aku yang membuatnya, bersama seorang temanku yang
memperhatikanku saat aku membuat rencana ini. Dia sebagian besar hanya melihat,
dan mengangguk-angguk dengan apa yang aku katakan. Aku jelaskan kepadanya
tentang rencanaku ini, dari mulai tahap awal, estimasi waktu, situasi keadaan,
sampai kemungkinan hasil akhir, dia hanya bergumam dan mengangguk-angguk
mengerti dengan apa yang aku tuliskan. Hal yang aneh pada akhirnya adalah
temanku melaksanakan semua rencana awal yang aku susun sendiri, sedangkan aku
justru entah mengikuti rencana yang mana. Aku baru sadar ternyata aku tidak
mengikuti rencanaku sendiri, sedangkan temanku dengan gigihnya melakukan apa
yang aku katakan. Sepertinya membuat solusi untuk orang lain itu mudah, namun
untuk diri sendiri kadang tidak seperti yang aku kira. Hal yang benar-benar
membedakan adalah dia lurus menjalankan apa yang aku katakan, sedangkan aku
lebih memilih jalan berliku yang lebih jauh untuk mendapat hasil yang sama
namun dengan jalan yang berbeda.
Perasaan seperti ini
muncul mungkin karena rasa serakah dan menginginkan segala sesuatunya, padahal
aku tahu tidak mungkin untuk mendapatkan semua yang kita inginkan sekaligus.
Melihat dirinya mendapat
apa yang aku rencanakan membuatku merasa seharusnya aku juga seperti itu, namun
mungkin bagi dirinya hal yang sama juga muncul dalam pikirannya, mungkin dia
juga ingin merasakan perjalanan berliku yang penuh pengalaman.
Kedua hal ini dibedakan
melalui cabang yang memang tidak mungkin untuk mendapatkan keduanya. Aku
membuat jalan sebelah kiri yang terlihat lurus dan langsung menuju ketempat
tujuan ketika dilalui, namun ternyata aku lebih penasaran dengan jalan sebelah
kanan yang entah itu jalan seperti apa, jalan yang berkelok melalui berbagai
tempat dan pengalaman baru.
Keputusan sudah diambil,
dan inilah hasilnya dari apa yang aku lalui dan aku peroleh. Selamat untukmu
temanku yang menjalankan rencanaku sampai akhir, dimana aku justru
meninggalkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar