Jumat, 03 Juli 2015

Yang Aku Tinggalkan

Aku dulunya memiliki sebuah rencana, rencana yang sudah ku perhitungkan matang-matang, dengan simulasi keadaan terburuk, dan dengan waktu yang relatif terbatas, untuk mencapai sesuatu. Rencana ini aku yang membuatnya, bersama seorang temanku yang memperhatikanku saat aku membuat rencana ini. Dia sebagian besar hanya melihat, dan mengangguk-angguk dengan apa yang aku katakan. Aku jelaskan kepadanya tentang rencanaku ini, dari mulai tahap awal, estimasi waktu, situasi keadaan, sampai kemungkinan hasil akhir, dia hanya bergumam dan mengangguk-angguk mengerti dengan apa yang aku tuliskan. Hal yang aneh pada akhirnya adalah temanku melaksanakan semua rencana awal yang aku susun sendiri, sedangkan aku justru entah mengikuti rencana yang mana. Aku baru sadar ternyata aku tidak mengikuti rencanaku sendiri, sedangkan temanku dengan gigihnya melakukan apa yang aku katakan. Sepertinya membuat solusi untuk orang lain itu mudah, namun untuk diri sendiri kadang tidak seperti yang aku kira. Hal yang benar-benar membedakan adalah dia lurus menjalankan apa yang aku katakan, sedangkan aku lebih memilih jalan berliku yang lebih jauh untuk mendapat hasil yang sama namun dengan jalan yang berbeda.
Perasaan seperti ini muncul mungkin karena rasa serakah dan menginginkan segala sesuatunya, padahal aku tahu tidak mungkin untuk mendapatkan semua yang kita inginkan sekaligus.
Melihat dirinya mendapat apa yang aku rencanakan membuatku merasa seharusnya aku juga seperti itu, namun mungkin bagi dirinya hal yang sama juga muncul dalam pikirannya, mungkin dia juga ingin merasakan perjalanan berliku yang penuh pengalaman.
Kedua hal ini dibedakan melalui cabang yang memang tidak mungkin untuk mendapatkan keduanya. Aku membuat jalan sebelah kiri yang terlihat lurus dan langsung menuju ketempat tujuan ketika dilalui, namun ternyata aku lebih penasaran dengan jalan sebelah kanan yang entah itu jalan seperti apa, jalan yang berkelok melalui berbagai tempat dan pengalaman baru.
Keputusan sudah diambil, dan inilah hasilnya dari apa yang aku lalui dan aku peroleh. Selamat untukmu temanku yang menjalankan rencanaku sampai akhir, dimana aku justru meninggalkannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar