Rabu, 17 Juni 2015

Berangkat

Pagi ini tepat pukul 07.00 aku telah sampai di terminal, aku menunggu bus untuk berangkat ke Kota Semarang untuk bisa fokus mengerjakan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabku. Tidak berapa lama aku menunggu akhirnya bus yang akan mengantarku telah datang, aku bergegas masuk ke dalam namun sungguh sayang, ternyata bus telah penuh dengan penumpang, sehingga aku dan penumpang lainnya hanya bisa berdiri saling merapat dan berhadapan. Aku berpikir, sampai berapa lama aku harus berdiri, jangan-jangan sampai akhir tempat tujuan harus terus berdiri. Kondisi badan yang belum sehat benar dari sakitku membuatku mulai mengeluarkan keringat dingin, tapi aku tidak mau terlalu memikirkannya. Dalam penuh sesaknya orang-orang aku memandang jendela dan melihat pemandangan yang dipenuhi dengan sawah dan bangunan kecil. Aku mulai berpikir, apa yang nantinya harus aku tulis, tapi tak kunjung aku mengerti apa yang ingin aku tuliskan. Tak terasa aku telah berdiri satu setengah jam lamanya, terpontang-panting dengan orang-orang disekelilingku karena akselerasi dan juga hentakan rem dari supir yang mengemudikan kendaraannya. Sampai pada Kota Kudus aku melihat sudah ada beberapa penumpang yang mulai turun dan meninggalkan sedikit ruang dalam bus. Silih berganti penumpang datang dan pergi, namun aku masih tetap berdiri, hingga baru aku mulai sadar bahwa disekelilingku banyak perempuan-perempuan yang berdiri rapat. Dalam hati terbersit sedikit rasa senang karena ruang dalam bus sudah tidak terlalu berdesak-desakan. Perasaan nyaman yang ada ternyata hanyalah sementara, sebab beberapa saat kemudian terjadi sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan dalam perjalanan kali ini. Dari arah pintu belakang masuk seorang pemuda berbadan kurus, wajah tirus, berkulit coklat, dan membawa cermin langsung dengan lincahnya merangsak masuk ketengah tepat dibelakangku. Aku bertanya-tanya apa gerangan orang ini memilih tempat dekat denganku. Sesaat kemudian jawaban dari pertanyaanku akhirnya muncul dengan sendirinya. Ternyata mas-mas ini BENCOOOOONG Cyiiiiiin!!!!!!!!! cara bicaranya lemah gemulai dan feminim, sungguh bertolak belakang dengan wajah yang dia punya. Hal ini ternyata belum cukup membuatku kaget dan shock, beberapa saat kemudian si mas bencong ini melakukan sesuatu. Mas bencong ini tiba-tiba bernyanyi (alias ngamen) tanpa alat musik dan hanya menggunakan pita sura.............................................. 5 detik aku mendengar suara nyanyiannya, dalam benak kepalaku aku merasa miris, makhluk apa ini ya Allah.  Tidak ada kata-kata yang bisa mendeskripsikan suara dari makhluk yang berdiri dibelakangku ini. Tak pernah sekalipun aku mencoba menengok kebelakang, aku dan bapak-bapak didepanku secara spontan saling tatap dan melotot namun tidak ada kata yang terucap. Banyak dari para penumpang lain yang juga penasaran dan menengok kebelakang untuk mencari tahu suara apa ini, setelah aku amati mereka yang akhirnya tahu sumber suara tersebut juga melotot tertegun tak percaya dengan apa yang dilihat. 15 menit, iya 15 menit akhirnya suara yang tak terdefinisikan itu berhenti bernyanyi, mas-mas bencong mulai meminta uang dari hasil tarik suaranya yang aku pikir harusnya dia yang bayar ke kita semua karena udah dengan sangat terpaksa dan tidak ada pilihan harus dengerin dia nyanyi. Bapak-bapak di depanku mencoba bertanya kepada mas bencong, "Mas namanya siapa? " aku juga penasaran ingin mendengar jawabannya tetapi mas bencong diam dan menjawab "hmmmmmm nama aku ? nama aku siapaaaa ? ini dimanaaaaa? aku amnesiaaaaaaa aduuuh pusing eke cabut dulu yaaaa cyiiiiin" sambil langsung melewati bapak tersebut. Aku yang melihat kejadian itu spontan langsung ketawaaaaaa tapi aku tahan sampai perut sakiiiiiit, bapak didepanku juga ikut ketawa sambil geleng-geleng kepala. Itu tadi makhluk apa ya mas, bapaknya tanya ke aku, aku cuma bisa geleng-geleng kepala.

Kejadian kayak gini bener-bener engga terduga dalam hidup, jujur aku paling takut sama bencong. Ada sejarah kelam tentang bencong yang bikin trauma, semoga engga lagi-lagi deh kejadian kayak gini, amit-amiiiit sumpah!!!!.

2 komentar:

  1. ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬
    Buset, benar-benar nggak terduga tuh. :D
    ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬

    BalasHapus
  2. Wkwkwkkkkkk... Untung kamu nggak digodain... Nggak kebayang deh.. Huahahahh

    BalasHapus